RAPID : Randomized Pharmacophore Identification for Drug Design

Farmakofor adalah sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang penting untuk menjamin interaksi supramolekular yang optimal dengan struktur target biologis yang spesifik dan untuk memicu atau menghambat respons biologisnya. Farmakofor sebagai dasar untuk mendesain suatu obat baru.
Tujuan farmakofor:
  1. Menemukan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
  2. Menemukan posisi relatif dalam ikatan gugus
  3. Untuk mengetahui konformasi aktif
  4. Penting untuk mendesain obat
  5.  Penting untuk menemukan obat baru
      Pengembangan obat baru dapat dilakukan dengan model farmakofor yang merupakan poin penting dari interaksi antara protein dan ligand. Model farmakofor dapat melalui metode ligand-based pharmacophore modeling yaitu dengan men-superposing molekul aktif dan mencari struktur kimia yang penting untuk bioaktivitasnya, atau dengan metode structure-based pharmacophore design yaitu dengan meninjau poin interaksi antara target dan makromolekul ligan.

       Dari farmakofor suatu obat yang mana mekanisme kerja nya telah diketahui, merupakan dasar perancangan suatu obat. Misalnya, modifikasi dari struktur kimia tersebut sehingga menimbulkan efek terapeutik yang lebih besar dan efek samping yang minimal daripada obat sebelumnya.


IDENTIFIKASI FARMAKOFOR


Farmakofor adalah susunan tiga dimensi dari atom dalam molekul obat yang memungkinkan untuk berikatan dengan reseptor yang diinginkannya dan bertanggung jawab dengan respon biologis karena terikat dengan reseptor yang dikehendakinya.

“Jika ada senyawa-senyawa yang memiliki farmakofor yang sama, maka efek yang dihasilkan juga sama”.

Reseptor obat adalah suatu makromolekul jaringan sel hidup, mengandung gugus fungsional atau atom-atom terorganisasi, reaktif secara kimia dan bersifat spesifik, dapat berinteraksi secara reversibel dengan molekul obat yang mengandung gugus fungsional spesifik, menghasilkan respons biologis yang spesifik pula.

Ada beberapa ikatan yang mendasari identifikasi farmakofor, yaitu :

a.      Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen terbentuk bila ada dua atom saling menggunakan sepasang elektron secara bersama-sama. Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang paling kuat dengan rata-rata kekuatan ikatan 1000 kkal/mol. Dengan kekuatan ikatan yang tinggi ini, pada suhu normal ikatan bersifat ireversibel dan hanya dapat pecah bila ada pengaruh katalisator enzim tertentu. Interaksi obat-katalisator melalui ikatan kovalen menghasilkan kompleks yang cukup stabil dan sifat ini dapat digunakan untuk tujuan pengobatan tertentu.
b.      Ikatan ion
Ikatan ion adalah ikatan yag dihasilkan oleh daya tarik menarik elektrostatik antara ion-ion yang muatannya berlawanan. Kekuatan tarik-menarik akan makin berkurang bila jarak antar ion makin jauh dan pengurangan tersebut berbanding terbalik dengan jaraknya.
c.       Ikatan hidrogen
Ikatan hidrogen adalah suatu ikatan antara atom H yang mempunyai muatan positif parsial dengan atom lain yang bersifat elektronegatif dan mempunyai sepasang elektron bebas dengan oktet lengkap seperti O, N, F. Atom yang bermuatan positif parsial dapat berinteraksi dengan atom negatif parsial dari molekul atau atom lain yang berbeda ikatan kovalennya dalam satu molekul.
Contoh : H2O
d.       Ikatan Van Der Waal’s
Ikatan van der waal’s merupakan kekuatan tarik-menarik antar molekul atau atom yang tidak bermuatan dan letaknya berdekatan atau jaraknya ± 4-6 Ã…. Ikatan ini terjadi karena sifat kepolarisasian molekul atau atom. Meskipun secara individu lemah tetapi hasil penjumlahan ikatan van del waal’s merupakan faktor pengikat yang cukup bermakna terutama untuk senyawa-senyawa yang mempunyai berat molekul tinggi. Ikatan van der waal’s terlibat pada interaksi cincin benzen dengan daerah bidang datar reseptor dan pada interaksi rantai hidrokarbon dengan makromolekul protein atau reseptor.

Referensi :
Yang., P., Liu H.-C., Chen Y.-D., Yuan H.-L., Sun S.-L., Gao Y.-P., Yang P., Zhang L., Lu T., and Lu S. 2011. Combined Pharmacophore Modeling, Docking, and 3DQSAR Studies of PLK1 Inhibitors, Int. J. Mol. Sci.12, 8713-8739.


Pertanyaan:

1. Bagaimana cara menentukan farmakofor suatu obat ?
2. Apa perbedaan dari 4 ikatan yang mendasari identifikasi farmakofor tersebut ?
3. Apa kegunaan menentukan farmakofor suatu obat?
4.Apa perbedaan metode ligand-based pharmacophore modeling dan structure-based pharmacophore
   design?

Komentar

  1. Hay irma postingan yg bermanfaat
    Saya mncoba jawab no 3
    kegunaan farmakofor dlm suatu obat
    salah satunya mmpermudah utk menentukan atau memodifikasi suatu senyawa baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawabannya
      🌸🌸

      Hapus
    2. Saya setuju dengan jawaban nurasela,selain itu farmakofor juga sangat penting dalam menentukan suatu obat. Karena farmakofor menggambarkan gugus fungsi yang memudahkan dalam proses modifikasi suatu obat. Sehingga dapat berikatan dengan reseptor untuk memberikan efek yang terbaik.

      Hapus
  2. Jawaban no 4
    Model farmakofor dapat melalui metode ligand-based pharmacophore modeling yaitu dengan men-superposing molekul aktif dan mencari struktur kimia yang penting untuk bioaktivitasnya, atau dengan metodestructure-based pharmacophore design yaitu dengan meninjau poin interaksi antara target dan makromolekul ligan 

    BalasHapus
  3. pertanyaan nmr 1
    mnrt artikel yg saya baca Identifikasi farmakofor

    · Menentukan posisi 3D obat dengan target

    · Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor

    · Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul

    · Penting sebagai dasar merancang obat

    · Penting dalam hal menemukan obat baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan jawaban yang RIFKI ELND berikan,, hanya mau menambahkan untuk menentukan ikatan farmakofor juga dapat dilakukan dengan mengamati struktur dari zat aktif tersebut kemudian barulah ditentukan jenis ikatan yang terjadi apakah ikatan ion atau ikatan lain.Terimakasih

      Hapus
    2. Terima kasih rifki dan Kurnia atas jawaban yang diberikan,
      Sangat bermanfaat

      Hapus
  4. Terima kasih Irma, lexsa akan mencoba membantu jawaban no 2
    1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
    2. Ikatan kovalen : Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
    3. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F). Sebagai contoh, ikatan hidrogen terdapat pada antar molekul H2O dan antar molekul NH3.
    4. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada senyawa CH4

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawaban yang diberikan leksa

      Hapus
  5. Jangan lupa kunjungi juga blog saya lexsasuntia.blogspot.com
    Terimakasih

    BalasHapus
  6. Hai orma saya akan mencoba menjawab no 3.
    Yaitu untuk dapat menentukqn senyawa baru dan dapat memodifikasi senyawa yang akan menghasilkan senyawa baru.dan dapat dengan mudah senyawa tersebut diidentifikasi

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum wr wb
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
    1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
    2. Cerita-serita pengobatan
    3. Penyaringan “bank” sintesis
    4. Obat yang telah ada
    5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
    6. Sintesis kombinasi
    7. Desain dengan bantuan komputer
    8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
    9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
    10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

    BalasHapus
  8. Terimakasih irma atas penjelasan materi rapidnya,
    Mega mau bantu jawab yg no 2 ya, menurut mega perbedaan dari 4 ikatan yang mendasari identifikasi farmakofor yaitu :
    1.ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terjadi karena pembagian pasangan elektron antara atom yang sama atau berbeda, ikatan kovalen mengacu pada keseimbangan stabil kekuatan (baik menarik dan menolak) antara atom ketika mereka berbagi elektron, berbagi memungkinkan setiap atom yang terlibat untuk mencapai kulit luar yang setara dengan kulit valensi penuh atau kulit luar;
    2. ikatan hidrogen adalah daya tarik elektrostatik antara jenis khusus dari molekul, yang dikenal sebagai molekul polar. Ikatan unik ini terjadi ketika sebuah atom hidrogen sudah terikat pada atom yang sangat elektronegatif (salah satu dari tiga; oksigen, nitrogen atau fluor) mengalami kekuatan lain dari daya tarik dari atom di dekatnya yang juga sangat elektronegatif.
    3.ikatan ion adalah Ikatan kimia yang terbentuk akibat gaya tarik menarik antara ion positif (kation) dengan ion negatif (anion) disebut sebagai ikatan ion. Jika atom-atom logam berdekatan atom-atom bukan logam akan terjadi perpindahan elektron valensi dari atom logam kepada atom bukan logam. Akibatnya atom logam membentuk kation sedangkan atom bukan logam membentuk anion. Antara anion dan kation yang berlawanan muatan akan saling tarik menarik dan terbentuklah ikatan ion (ikatan elektrovalen).
    4.Ikatan van der walls adalah gaya tarik menarik antarmolekul (antar kutub) dalam senyawa yang berikatan kovalen. Gaya ini merupakan gaya antarmolekul yang sangat lemah Mencakup interaksi dipole – dipole (pada senyawa polar) dan interaksi dipole terimbas/terinduksi  (pada senyawa polar dan non polar)

    BalasHapus
  9. Hai Irma, postingannya sangat bermanfaat.
    Kharin coba jawab pertanyaan no 3 ya. Manfaat kita mengidentifikasi pharmachopor suatu molekul obat yaitu kita bisa memodifikasi ikatan kimia molekul obat sehingga diperoleh obat baru dengan efek farmakologis yang lebih baik dan minim efek samping

    BalasHapus
  10. Baiklah kk akan menjawab pertanyaan nomor 4 yaitu...
    Model farmakofor dapat melalui metode ligand-based pharmacophore modeling yaitu dengan men-superposing molekul aktif dan mencari struktur kimia yang penting untuk bioaktivitasnya, atau dengan metodestructure-based pharmacophore design yaitu dengan meninjau poin interaksi antara target dan makromolekul ligan

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum Irma saya coba jawab pertanyaan Irma,
    -Nomor 1
    Cara menentukan farmakofor
    · Menentukan posisi 3D obat dengan target

    · Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor

    · Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul

    · Penting sebagai dasar merancang obat

    · Penting dalam hal menemukan obat baru
    -Nomor 2
    Ada beberapa ikatan yang mendasari identifikasi farmakofor, yaitu :
    a. Ikatan Kovalen
    Ikatan kovalen terbentuk bila ada dua atom saling menggunakan sepasang elektron secara bersama-sama. Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang paling kuat dengan rata-rata kekuatan ikatan 1000 kkal/mol. Dengan kekuatan ikatan yang tinggi ini, pada suhu normal ikatan bersifat ireversibel dan hanya dapat pecah bila ada pengaruh katalisator enzim tertentu. Interaksi obat-katalisator melalui ikatan kovalen menghasilkan kompleks yang cukup stabil dan sifat ini dapat digunakan untuk tujuan pengobatan tertentu.
    b. Ikatan ion
    Ikatan ion adalah ikatan yag dihasilkan oleh daya tarik menarik elektrostatik antara ion-ion yang muatannya berlawanan. Kekuatan tarik-menarik akan makin berkurang bila jarak antar ion makin jauh dan pengurangan tersebut berbanding terbalik dengan jaraknya.
    c. Ikatan hidrogen
    Ikatan hidrogen adalah suatu ikatan antara atom H yang mempunyai muatan positif parsial dengan atom lain yang bersifat elektronegatif dan mempunyai sepasang elektron bebas dengan oktet lengkap seperti O, N, F. Atom yang bermuatan positif parsial dapat berinteraksi dengan atom negatif parsial dari molekul atau atom lain yang berbeda ikatan kovalennya dalam satu molekul.
    Contoh : H2O
    d. Ikatan Van Der Waal’s
    Ikatan van der waal’s merupakan kekuatan tarik-menarik antar molekul atau atom yang tidak bermuatan dan letaknya berdekatan atau jaraknya ± 4-6 Ã…. Ikatan ini terjadi karena sifat kepolarisasian molekul atau atom. Meskipun secara individu lemah tetapi hasil penjumlahan ikatan van del waal’s merupakan faktor pengikat yang cukup bermakna terutama untuk senyawa-senyawa yang mempunyai berat molekul tinggi. Ikatan van der waal’s terlibat pada interaksi cincin benzen dengan daerah bidang datar reseptor dan pada interaksi rantai hidrokarbon dengan makromolekul protein atau reseptor.
    Nomor 3
    -farmakofor menggambarkan gugus fungsi yang memudahkan dalam proses modifikasi suatu obat. Sehingga dapat berikatan dengan reseptor untuk memberikan efek yang terbaik.
    -Nomor 4
    Menurut saya perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  12. saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang no 1
    · Menentukan posisi 3D obat dengan target

    · Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor

    · Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul

    · Penting sebagai dasar merancang obat

    · Penting dalam hal menemukan obat baru

    BalasHapus
  13. Ana mau bantu jawab pertanyaan no 1.

    langkah langkah yang harus diambil dalam menentukan sentawa farmakofor adalah tahapan pertama adalah tahapan identifikasi dan produksi senyawa aktif baru yang disebut senyawa induk atau senyawa penuntun (lead compound). Senyawa tersebut dapat diperoleh dari sintesis kimia, isolasi sumber bahan alam atau dari proses bioteknologi.

    Tahapan kedua adalah tahapan optimasi yaitu tahapan sintesis modifikasi senyawa induk agar diperoleh senyawa yang lebih poten. lebih selektif dan efek toksik yang minimal. Termasuk
    tahapan ini adalah penentuan dan analisis hubungan struktur dengan aktivitas biologis senyawa-senyawa hasil modirlkasi.

    Tahapan ketiga adalah optimasi proses sintesis dalamjumlah . besar senyawa terpilih dan modiilkasi untuk sifat farmakokinetik dan farmasetik agar menjadi lebih sesuai untuk pemakaian klinik. Termasuk tahapan ini adalah pembuatan formulasi agar absorpsi lebih baik, lebih larut dalam air ataupun untuk lepas lambat. Selain itu juga untuk menghilangkan beberapa sifat yang tidak menyenangkan bagi pasien seperti rasa yang tidak eilak, efek iritasi 
    lambung atau rasa sakit pada pember ian parenteral.

    BalasHapus
  14. Halo irma, saya akan mencoba menjwb pertnyaan no.4 , untuk dapat menentukan senyawa baru dan dapat memodifikasi senyawa yang akan menghasilkan senyawa baru dan dapat dengan mudah senyawa tersebut diidentifikasi

    BalasHapus
  15. Jawaban no 4
    untuk dapat menentukan senyawa baru dan dapat memodifikasi senyawa yang akan menghasilkan senyawa barudan dapat dengan mudah senyawa tersebut diidentifikasi

    BalasHapus
  16. Assalamualaikum irma. Saya akan banti jawab yg saya tau fungsi dari farmakofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam anggun, terimakasih atas jawabannya

      Hapus
  17. baik saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 : ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
    1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
    2. Cerita-serita pengobatan
    3. Penyaringan “bank” sintesis
    4. Obat yang telah ada
    5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
    6. Sintesis kombinasi
    7. Desain dengan bantuan komputer
    8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
    9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
    10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

    BalasHapus
  18. Hai orma
    Saya mencoba menjawab no 3
    Kegunaan ya yaitu untuk dapat menidentifika senyawa dan penemuan obat baru.dimana metode ini lebih cepat dalam penentuan suatu senyawa tersebut

    BalasHapus
  19. Hai orma
    Saya mencoba menjawab no 3
    Kegunaan ya yaitu untuk dapat menidentifika senyawa dan penemuan obat baru.dimana metode ini lebih cepat dalam penentuan suatu senyawa tersebut

    BalasHapus
  20. Hai irma. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Fungsi kromofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
  21. Hai Irma. Artikelnya sangat membantu. terimakasih

    BalasHapus
  22. Baik irma saya akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu Tujuan utama upaya merancang/desain suatu obat dalam ilmu kimia medisinal adalah supaya dapat ditemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan. Sebagai contoh, suatu senyawa yang dapat menurunkan tekanan darah dapat juga memiliki efek samping pada sistem syaraf pusat. Dengan demikian merupakan suatu kesalahan apabila tujuan utama akan dapat tercapai dengan sempurna, tetapi efek negatif obat tersebut juga cukup merugikan

    BalasHapus
  23. Hai irma saya ingin bertanya, apakah ada metode lain selain farmakofor untuk desain obat? Jika ada, apakah perbedaan metode tersebut dengan farmakofor?

    BalasHapus
  24. Baik irma saya akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu Tujuan utama upaya merancang/desain suatu obat dalam ilmu kimia medisinal adalah supaya dapat ditemukan suatu molekul yang akan menghasilkan efek biologis yang bermanfaat tanpa berakibat efek biologis yang merugikan. Sebagai contoh, suatu senyawa yang dapat menurunkan tekanan darah dapat juga memiliki efek samping pada sistem syaraf pusat. Dengan demikian merupakan suatu kesalahan apabila tujuan utama akan dapat tercapai dengan sempurna, tetapi efek negatif obat tersebut juga cukup merugikan

    BalasHapus
  25. Assalamualaikum. Materinya bermanfaat sekali, dan mudah di pahami. Terima kasih irma

    BalasHapus
  26. Assalamualaikum irma. Materinya sangat bermanfaat sekali
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1
    Identifikasi farmakofor
    Dapat dilakukan dengan Menentukan posisi 3D obat dengan target, kemudian Mengetahui gugus penting yg dapat terikat dengan reseptor, mengetahui konformasi aktif dari molekul, kemudian dilakukan perancangan obat sehingga identifikasi farmakofor Penting dalam hal menemukan obat baru

    BalasHapus
  27. Materi dalam artikel ini memberikan penejelasan yang cukup baik yaa, terima kasih banyak irma..
    oh iya, sebenarnya kelebihan atau keunggulan mengetahui farmakopor itu apa ya?
    terima kasih sebelumnyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi dilla,,
      Saya akan mencoba menjawab ,,
      menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

      Hapus
  28. Good.
    Bermanfaat irma
    Saya coba jawab pertanyaan nomor 3.
    Dimana, fungsi farmakofor adalah untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya.

    Semoga dak salah hehe

    BalasHapus
  29. Good.
    Bermanfaat irma
    Saya coba jawab pertanyaan nomor 3.
    Dimana, fungsi farmakofor adalah untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya.

    Semoga dak salah hehe

    BalasHapus
  30. Good.
    Bermanfaat irma
    Saya coba jawab pertanyaan nomor 3.
    Dimana, fungsi farmakofor adalah untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya.

    Semoga dak salah hehe

    BalasHapus
  31. Hay irma pemaparan yg bagus,smga bisa ditingkatkan lagi
    Sngat brmanfaat bngt

    BalasHapus
  32. Assalamualaikum,,hay irma
    Dian akn mencba mnjwab pertnyaan yg nmr 1,dimna cara mengIdentifikasi farmakofor ad beberapa diantaranya:

    · Menentukan posisi 3D obat dengan target

    · Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor

    · Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul

    · Penting sebagai dasar merancang obat

    · Penting dalam hal menemukan obat baru

    BalasHapus
  33. Assalamualaikum Irma jawaban no 3
    kegunaan farmakofor dlm suatu obat
    salah satunya mmpermudah utk menentukan atau memodifikasi suatu senyawa baru

    BalasHapus
  34. hay irma, saya akan mencoba menjawab nomor 4
    Menurut saya perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif.

    BalasHapus
  35. saya akam menjawab soal no 2
    . yang mendasari ikatan pada farmakoper yaitu Ikatan Kovalen
    Ikatan kovalen terbentuk bila ada dua atom saling menggunakan sepasang elektron secara bersama-sama. Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang paling kuat dengan rata-rata kekuatan ikatan 1000 kkal/mol. Dengan kekuatan ikatan yang tinggi ini, pada suhu normal ikatan bersifat ireversibel dan hanya dapat pecah bila ada pengaruh katalisator enzim tertentu. Interaksi obat-katalisator melalui ikatan kovalen menghasilkan kompleks yang cukup stabil dan sifat ini dapat digunakan untuk tujuan pengobatan tertentu.
    b. Ikatan ion
    Ikatan ion adalah ikatan yag dihasilkan oleh daya tarik menarik elektrostatik antara ion-ion yang muatannya berlawanan. Kekuatan tarik-menarik akan makin berkurang bila jarak antar ion makin jauh dan pengurangan tersebut berbanding terbalik dengan jaraknya.
    c. Ikatan hidrogen
    Ikatan hidrogen adalah suatu ikatan antara atom H yang mempunyai muatan positif parsial dengan atom lain yang bersifat elektronegatif dan mempunyai sepasang elektron bebas dengan oktet lengkap seperti O, N, F. Atom yang bermuatan positif parsial dapat berinteraksi dengan atom negatif parsial dari molekul atau atom lain yang berbeda ikatan kovalennya dalam satu molekul.
    Contoh : H2O
    d. Ikatan Van Der Waal’s
    Ikatan van der waal’s merupakan kekuatan tarik-menarik antar molekul atau atom yang tidak bermuatan dan letaknya berdekatan atau jaraknya ± 4-6 Ã…. Ikatan ini terjadi karena sifat kepolarisasian molekul atau atom. Meskipun secara individu lemah tetapi hasil penjumlahan ikatan van del waal’s merupakan faktor pengikat yang cukup bermakna terutama untuk senyawa-senyawa yang mempunyai berat molekul tinggi. Ikatan van der waal’s terlibat pada interaksi cincin benzen dengan daerah bidang datar reseptor dan pada interaksi rantai hidrokarbon dengan makromolekul protein atau reseptor.

    BalasHapus
  36. Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat

    BalasHapus
  37. Hai Irma.
    Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3.
    Kegunaan dari menentukan farmakofor yaitu untuk mengetahui bagian dari struktur obat yang aktif. Dengan diketahui struktur obatnya maka dapat dilakukan modifikasi terhadap strukturnya sehingga dapat memberikan efek yang lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya saat obat belum dimodifikasi.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  38. jawaban no 2
    1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
    2. Ikatan kovalen : Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
    3. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F). Sebagai contoh, ikatan hidrogen terdapat pada antar molekul H2O dan antar molekul NH3.
    4. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada senyawa CH4

    BalasHapus
  39. Assalamualaikum wr wb
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
    1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
    2. Cerita-serita pengobatan
    3. Penyaringan “bank” sintesis
    4. Obat yang telah ada
    5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
    6. Sintesis kombinasi
    7. Desain dengan bantuan komputer
    8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
    9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
    10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

    BalasHapus
  40. Hai irma. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Fungsi kromofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
  41. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
    1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
    2. Cerita-serita pengobatan
    3. Penyaringan “bank” sintesis
    4. Obat yang telah ada
    5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
    6. Sintesis kombinasi
    7. Desain dengan bantuan komputer
    8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
    9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
    10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

    BalasHapus
  42. Nomor 4
    Menurut saya perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  43. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
    1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
    2. Cerita-serita pengobatan
    3. Penyaringan “bank” sintesis
    4. Obat yang telah ada
    5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
    6. Sintesis kombinasi
    7. Desain dengan bantuan komputer
    8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
    9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
    10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

    BalasHapus
  44. Hai irma. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Fungsi kromofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
  45. jawaban no 2
    1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
    2. Ikatan kovalen : Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
    3. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F). Sebagai contoh, ikatan hidrogen terdapat pada antar molekul H2O dan antar molekul NH3.
    4. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada senyawa CH4

    BalasHapus
  46. Nomor 4
    Menurut saya perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  47. jawaban no 2
    1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
    2. Ikatan kovalen : Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
    3. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F). Sebagai contoh, ikatan hidrogen terdapat pada antar molekul H2O dan antar molekul NH3.
    4. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada senyawa CH4

    BalasHapus
  48. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Fungsi kromofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
  49. Nomor 4
    Menurut saya perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  50. Jawaban no 4
    Model farmakofor dapat melalui metode ligand-based pharmacophore modeling yaitu dengan men-superposing molekul aktif dan mencari struktur kimia yang penting untuk bioaktivitasnya, atau dengan metodestructure-based pharmacophore design yaitu dengan meninjau poin interaksi antara target dan makromolekul ligan

    BalasHapus
  51. Nomor 4
    Menurut saya perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  52. Hai irma. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Fungsi kromofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
  53. Assalamualaikum wr wb
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
    1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
    2. Cerita-serita pengobatan
    3. Penyaringan “bank” sintesis
    4. Obat yang telah ada
    5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
    6. Sintesis kombinasi
    7. Desain dengan bantuan komputer
    8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
    9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
    10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

    BalasHapus
  54. jawaban no 2
    1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
    2. Ikatan kovalen : Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
    3. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F). Sebagai contoh, ikatan hidrogen terdapat pada antar molekul H2O dan antar molekul NH3.
    4. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada senyawa CH4

    BalasHapus
  55. Hai irma. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Fungsi kromofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    BalasHapus
  56. Nomor 4
    Menurut saya perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  57. Fungsi farmakofor:
    1. Mendifinisikan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    2. Menentukan struktur 3 dimensi dari suatu molekul
    3. Untuk mengetahui komformasi aktif
    4. Penting untuk desain Obat
    5. Penting untuk menemukan obat baru.

    BalasHapus
  58. No. 1
    cara Identifikasi farmakofor

    · Menentukan posisi 3D obat dengan target

    · Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor

    · Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul

    · Penting sebagai dasar merancang obat

    · Penting dalam hal menemukan obat baru

    Struktur dua dimensi farmakofor
    Mendefenisikan kerangka minimum yang menghubungkan kelompok pengikat penting.
    Contoh : Morphine
    Analog Morphine : Metazocine dan Levorphanol

    Struktur tiga dimensi farmakofor
    Mendefinisikan posisi relative di ruang kelompok pengikat penting. konformasi aktif diadopsi oleh suatu obat ketika terikan tengan site target. identifikasi konformasi aktif dilakukan untuk mengidentifikasi farmakofor 3D.

    BalasHapus
  59. Nomor 4
    Menurut saya perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  60. Assalamualaikum wr wb
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
    1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
    2. Cerita-serita pengobatan
    3. Penyaringan “bank” sintesis
    4. Obat yang telah ada
    5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
    6. Sintesis kombinasi
    7. Desain dengan bantuan komputer
    8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
    9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
    10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

    jawaban no 2
    1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
    2. Ikatan kovalen : Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
    3. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F). Sebagai contoh, ikatan hidrogen terdapat pada antar molekul H2O dan antar molekul NH3.
    4. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada senyawa CH4

    Jawaban nomor 3. Fungsi kromofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    Nomor 4
    perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  61. Assalamualaikum wr wb
    Saya akan menjawab pertanyaan no 1
    Ketika target dan sistem pengujian telah ditentukan, selanjutnya adalah menemukan leadcompound dimana merupakan senyawa yang menunjukkan aktivitas pengobatan. Tingkataktivitas mungkin tidak begitu besar dan adanya efek samping yang tidak diinginkan, tetapisenyawa utama ini dapat mengawali sebuah proses pengembangan suatu obat. Ada beberapa carauntuk menemukan senyawa utama ini, antara lain:
    1. Penyaringan dari bahan-bahan alam
    2. Cerita-serita pengobatan
    3. Penyaringan “bank” sintesis
    4. Obat yang telah ada
    5. Mengawali dari ligan alami atau modulator
    6. Sintesis kombinasi
    7. Desain dengan bantuan komputer
    8. Fakta-fakta ilmiah dan pemikiran
    9. Pencarian data struktural menggunakan komputer
    10. Mendesain senyawa utama dengan NMR

    jawaban no 2
    1. Ikatan ionik : Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
    2. Ikatan kovalen : Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
    3. Ikatan hidrogen : adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif (N, O, atau F) dan pasangan elektron bebas dari atom sangat elektronegatif lainnya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F). Sebagai contoh, ikatan hidrogen terdapat pada antar molekul H2O dan antar molekul NH3.
    4. Gaya Van Der Waals : terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Contoh gaya van der waals terdapat pada senyawa hidrokarbon. Misalnya pada senyawa CH4

    Jawaban nomor 3. Fungsi kromofor adalah :
    - mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
    - mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
    - mengetahui konformasi aktif/yang diinginkan
    - untuk merancang/design obat
    - untuk menemukan suatu obat baru

    Nomor 4
    perbedaannya ada di tahap umum keduanya yaitu;
    * Tahap umum receptor-based drug design (ligan):
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.
    * Tahap umum pharmacophore-based drug design (structure) :
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  62. Artikel yang baik, semoga bermanfaat buat kita semua yaa irma

    BalasHapus
  63. Artikel yang baik, semoga bermanfaat buat kita semua yaa irma

    BalasHapus
  64. Pemaparan yang sangat baik irma dan membantu saya dalam mengerjakan tugas. Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar